Sabtu, 08 Juni 2013

Miopia

Setiap orang pasti menginginkan kesehatan mata yang ideal yang bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada di dekatnya ataupun benda yang jauh. Namun ternyata tidak semua orang bisa berada dalam keadaan ideal semacam itu. Beberapa orang yang berumur lanjut umumnya tidak mampu lagi melihat apa yang di dekatnya dengan jelas, sedang pada kelompok anak remaja sebagian mengalami gangguan untuk melihat benda-benda yang jauh, seperti hanlnya saya. Saya mulai menggunakan kacamata semenjak SMA kelas dua, dari hasil pemeriksaan waktu itu saya dinyatakan menderita mata minus (miopi).
Menurut literatur yang saya baca, penyebab miopi ada beberapa macam yakni :
1.  keturunan (herediter),
2.  ketegangan visual atau
3.  faktor lingkungan.
Faktor herediter pada miopi pengaruhnya lebih kecil dari faktor ketegangan visual. Terjadinya miopi lebih dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menggunakan penglihatannya, dalam hal ini seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau seseorang yang menghabiskan banyak waktunya dengan membaca tanpa istirahat akan lebih besar kemungkinannya untuk menderita miopi(wikipedia).

Jika melihat ke belakang, maka faktor yang menyebabkan saya menderita miopi adalah ketegangan visual akibat suka membaca sembari tiduran dan juga menonton televisi.

Saya yakin, bagi para pembaca yang menderita miopi seperti saya pasti menginginkan bisa lepas dari kaca mata. Karena repotnya memakai kaca mata dan bahkan setiap tahun bertambah minusnya, saya rata-rata bertambah 0,25 setiap tahunnya maka setiap penderita miopi akan berupaya mencari-cari solusinya.

Menurut informasi yang saya baca beberapa hal yang bisa ditempuh untuk mengoreksi mata minus adalah :
1. Operasi LASIK ( laser assisted in-situ keratomileusis )
2. Operasi PRK    (photorefractive keratectomy)
3. Terapi herbal dan kaca mata khusus.

 Sekian dulu cerita saya terkait miopi atau rabun jauh, silahkan komen di bawah buat para penderita miopi, siapa tahu bisa saling berbagi pengalaman. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar